loading...

Luis Milla dan PSSI di Ambang Perpisahan? Siapa Gantinya Untuk Timnas

Jalinan kerja sama antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Luis Milla Aspas terancam bubar. Pelatih yang sudah dua tahun terakhir menangani timnas U-23 dan senior itu masih belum mau menandatangani perpanjangan kontrak yang diberikan oleh PSSI.

Menurut Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Refrizal, Milla hanya punya batas waktu sampai hari ini (Jumat, 14 September) untuk memutuskan menerima atau menolak tawaran yang sudah disodorkan sejak bulan lalu tersebut. Rizal mengatakan, dalam dua pekan terakhir, PSSI sudah memaksimalkan komunikasi dengan Milla tentang perpanjangan kontrak.

Ia mengungkapkan, jika Milla tetap tak mau menanggapi tawaran atau misalnya menyampaikan penolakan, maka PSSI akan segera mencari pengganti. “Kami (PSSI) masih menunggu. Jika sampai tanggal 14 (September) tidak ada jawaban, kita (Exco) siap untuk mencari pengganti,” Kamis (13/9).

Menurut Rizal, PSSI sudah cukup bersabar untuk terus menunggu jawaban dari pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut. Rizal mengatakan, tekad PSSI untuk mempertahankan Milla sangatlah tinggi.  Atas dasar itulah, keputusan untuk memperjuangkan Milla yang dibicarakan dalam rapat Exco akhir bulan lalu tidak berubah hingga memasuki September. Dalam rapat tersebut, PSSI menghendaki Milla bertahan di Indonesia sampai SEA Games 2019 Filipina, dengan target awal juara Piala AFF 2018.

Terkait tunggakan gaji yang belum dibayarkan ke Milla, kata Rizal, tidaklah berpengaruh signifikan dalam pembicaraan kontrak. Menurut Rizal, PSSI tetap berkomitmen untuk menuntaskan segala kewajiban yang ada agar tetap bisa mempertahankan Milla. Dikabarkan, PSSI belum melunasi gaji Milla selama tiga bulan. “Gaji itu bukan masalah. Milla tahu kami (PSSI) punya komitmen untuk menyelesaikan masalah gaji. Dia (Milla) juga punya keinginan sebenarnya untuk terus mengembangkan sepak bola Indonesia. Namun, kalau ternyata dia mendapatkan tawaran yang lebih baik dari yang diberikan PSSI, kita kan harus menghormati pilihannya itu,” ujar Rizal.

Baca Juga:  Babinsa Ramil 07/Jlk Bantu Posyandu, Bukti TNI Peduli Kesehatan Masyarakat

Rizal menegaskan, andai Milla masih belum menentukan sikap atau bahkan menolak, Exco PSSI akan kembali bersidang untuk menentukan pelatih baru. Menurut dia, PSSI akan mempersiapkan pilihan pelatih dari dalam negeri maupun mancanegara. “Kita siapkan pelatih alternatif, yang pasti penggantinya itu harus punya prestasi. Prestasi di klub ataupun prestasi di timnas,” kata dia.

Terkait isu perekrutan pelatih baru ini, nama juru taktik Bhayangkara FC Simon McMenemy terus menguat. Manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji mengungkapkan, baru-baru ini perwakilan dari PSSI pernah membicarakan masa depan Milla di timnas Indonesia. Dia mengatakan, dalam pembicaraan tersebut, nama Simon disebut-sebut bisa menjadi aleternatif untuk menggantikan posisi Milla. Namun, menurut Sumardji, pembahasan tersebut belum sampai menghasilkan kesepakatan baik lisan maupun tulisan. “Masih sekadar ngobrol saja. Belum ada keputusan yang mengarah ke positif,” ungkap Sumardji kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/9).

Baca Juga:  Babinsa Warbah Berikan Sosialisasi Pemakaian Masker Dan Mencuci Tangan Yang Benar Kepada Warga

Satu yang pasti, Sumardji menyebut manajemen Bhayangkara siap melepas Simon jika PSSI benar-benar tertarik. Namun, Sumardji beharap dalam tugasnya menangani timnas, pelatih asal Skotlandia tersebut diperbolehkan untuk tetap mendampingi Bhayangkara FC dalam menyelesaikan mLiga 1 musim 2018. “Kita kembalikan ke PSSI seperti apa. Kalau itu untuk kepentingan negara, kami akan berikan yang terbaik untuk timnas Indonesia, tapi harapan saya dia (Simon) masih boleh rangkap pelatih di Bhayangkara,” kata Sumardji.

Selain Simon, sebetulnya sempat beredar nama calon lain pengganti Milla di timnas Indonesia. Nama tersebut adalah pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro.  Menengok reputasi kedua pelatih tersebut, sebetulnya sama-sama mewakili tim papan atas di liga Indonesia. Simon selain pernah mengantarkan Bhayangkara sebagai juara Liga 1 2017, juga pernah menukangi timnas Filipina. Adapun Widodo, sebagai mantan pemain inti Garuda di level internasional, ia pernah menjadi asisten pelatih timnas Indonesia di masa kepelatihan Alferd Riedl. Sebelum mengarsiteki skuat Serdadu Tridatu, pelatih kelahiran Cilacap 47 tahun lalu itu juga pernah mengasuh Sriwijaya FC. sumber (republika)

Facebook Comments

Berita Terkait:

error: Content is protected !!