loading...

Apa Bedanya Nederlands (ch)-Indies Dan Nederlands-Nieuw-Guinea?

Oleh: Muhammad Aidi, S.I.P., M.Si.

 

Hindia Belanda atau Hindia Timur Belanda dalam bahasa Belanda dikenal dengan nama Nederlands(ch)-Indië) adalah sebuah daerah pendudukan (jajahan) Belanda yang wilayahnya disebut Nusantara saat ini dikenal dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hindia Belanda dibentuk sebagai hasil dari nasionalisasi koloni-koloni Vereenigde Oostindische Comagnie (VOC), suatu Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602.

Nama INDONESIA mulai dikenal dan digunakan untuk suatu wilayah geografis di Nusantara setelah tahun 1880. Pada awal abad 20, para pemuda intelektual lokal mulai muncul kesadaran Nasional dengan mengembangkan konsep persatuan Indonesia sebagai negara dan bangsa, dan menetapkan perlawanan untuk gerakan perjuangan kemerdekaan dari penjajahan kolonial Belanda

Kata Hindia berasal dari bahasa latin : Indus yang merupakan Nama asli Dutch Indies (bahasa Belanda adalah Nederlandsch-Indië) diterjemahkan oleh orang Inggris sebagai “Hindia Timur Belanda”, untuk membedakannya dengan Hindia Barat Belanda sebagai pusat Kerajaan Belanda yang berkedudukan di Eropa dengan Ibu Kota Den Hag. Nama HINDIA BELANDA tersebut tercatat dalam dokumen Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang didirikan pada awal tahun 1620-an.

Para sejarawan banyak menulis dalam bahasa Inggris maupun dalam bahasa Indonesia menggunakan istilah-istilah antara lain Indië, Hindia, Hindia Timur Belanda, Hindia Belanda, dan kolonial Indonesia.

Sedangkan Nederlands-Nieuw-Guinea adalah wilayah Papua Barat yang merupakan wilayah luar negeri dari Kerajaan Belanda dari tahun 1949 hingga 1962. Sebutan ini sengaja dibentuk oleh Belanda untuk melegalkan kekuasaannya dengan cara menciptakan pemisahan kekuasaan berdasarkan RAS yang merupakan Politik pecah belah, politik adu domba, atau devide et impera. Namun Sayang Belanda terlambat karena NKRI sudah lebih dahulu merdeka dan Papua adalah salah satu wilaya NKRI pada tanggal 17 Agustus 1945.

Devide et impera adalah kombinasi strategis politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil agar lebih mudah ditaklukkan dan dikuasai.

Baca Juga:  Menlu Gandeng Negara Pasifik Jaga Papua

Pada tahun 1949 masa revolusi Indeonesia, sebagai upaya Belanda menguasai kembali Indonesia dengan membonceng NICA dan melancarkan Agresi Militer di daratan Pulau Jawa, dan secara licik Belanda juga membentuk Nederlands-Nieuw Guinea yang merupakan bagian dari Hindia Belanda. Wilayah ini dikenal sebagai Nuegini Belanda. Wilayahnya meliputi apa yang sekarang telah menjadi dua provinsi paling timur Indonesia, Papua dan Papua Barat (di bawah pemerintahan NKRI sebelum tahun 2003 dikenal dengan dengan nama Irian Jaya).

NICA adalah singkatan dari Nederlandsch Indië Civiele Administratie atau Netherlands-Indies Civiele Administration (Pemerintahan Sipil Hindia Belanda) yang merupakan organisasi semi militer yang dibentuk pada tanggal 3 April 1944 dengan bertugas mengembalikan pemerintahan sipil dan hukum pemerintah kolonial Hindia Belanda dari kekuasaan Jepang seusai Perang Dunia II ( 1939-1945). Lagi-lagi dalam konteks ini Belanda terlambat karena NKRI telah diprklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebelum Nica tiba dan mendarat di Indonesia.

Selama Revolusi Indonesia, Belanda melancarkan aksi polisi untuk mengambil wilayah dari Republik Indonesia. Namun, cara yang keras dengan aksi militer dari Belanda telah membentuk ketidaksetujuan publik Internasional antarnegara. Sehingga menyebabkan gelombang dukungan antarnegara di dunia berpindah ke Republik Indonesia, Maka Belanda pada tahun 1949 merubah strategi dan berhasil untuk bernegosiasi melalui Konfrensi Meja Bundar (KMB) di Den Hag yang melahirkan penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Indonesia. Namun dengan agenda pemisahan Nugini Belanda dari wilayah Indonesia, dengan dalil bahwa wilayah Papua yang disengketakan akan diputuskan kemudian pada sidang penutupan tahun 1950. Tapi rupanya Belanda ingkar janji hingga 11 tahun kemudian (1961) Belanda tidak juga angkat dari Papua.

Justru Belanda pada tahun-tahun berikutnya membentuk opini pemisahan Belanda dari teritorial NKRI dengan mengangkat latarbelakang Ras agar bisa berdebat dengan sukses di PBB bahwa penduduk asli Nugini-Belanda mewakili kelompok etnis yang terpisah dari masyarakat Indonesia dan dengan demikian tidak boleh digabungkan ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Padahal dasar berdirinya NKRI bukan atas dasar Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) tapi atas semangat Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi tetap satu.

Baca Juga:  Jelang Pileg dan Pilpres 2019, Prajurit Yonif 755 Kostrad Berlatih Penanggulangan Huru-Hara

NKRI diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan wilayah meliputi seluruh wilayah Nusantara dari Sabang sampai Merouke bekas wilayah jajahan Hindia Belanda berdasarkan asas uti posidetis juris, yaitu asas untuk menetapkan batas-batas negara yang baru saja merdeka dari penjajahnya dengan memastikan bahwa perbatasan mengikuti batas-batas wilayah kolonial lama. Maka Papua yang merupakan bagian dari Netherlenads Indies adalah termasuk yang dimerdekakan  pada 17 Agustus 1945.

Sedangkan Nederlands-Nieuw-Guinea baru dibentuk oleh Belanda pada tahun 1949 sebagai bentuk kelicikan dan upaya untuk tetap berkuasa dan menjajah Papua.

Kesimpulan dari pembahasan ini bahwa NKRI tidak pernah mencaplok atau menaknesasi Papua masuk ke wilayah NKRI. Sebaliknya justru Belanda yang secara licik telah mencaplok Papua dari wilayah NKRI pada tahun 1949 (4 tahun setelah diproklamasikan 1945) untuk tetap menguasai dan menjajah Papua.

NKRI tidak pernah merebut Papua dari tangan Orang Papua. Tapi NKRI merebut kembali Papua dari tangan penjajah Belanda sebagai wilayah kedaulatan NKRI sejak 17 Agustus 1945. Meskipun Belanda telah membentuk Negara Boneka Papua, tapi Belanda sendiri tidak pernah mengakui Papua sebagai Negara, buktinya Belanda tidak pernah melibatkan Papua dalam diplomasi Internasional. Bila benar Belanda telah memberikan kemerdekaan kepada Papua harusnya yang berunding adalah Indonesia dan Papua bukan Indonesia Belanda.

Peta Wilayah Kekuasaan Belanda dari Periode ke Periode

Facebook Comments

Berita Terkait:

error: Content is protected !!