loading...

TNI Turun Tangan Mengatasi Kesulitan Rakyat

Tak henti-hentinya Satgas Yonif Raider 509 Kostrad berkontribusi membantu kesulitan rakyat yang berada disekitaran pos. Kali ini Danpos Okbibab Satgas Yonif Raider 509 Kostrad membantu warga menyelesaikan permasalahan pengerusakan Sekolah SMAN 1 Okbibab yang dilakukan oleh Pemuda Abmisibil di Distrik Okbibab. Kab. Pegunungan Bintang. Jumat (14/2)

Peristiwa Perusakan tersebut terjadi pada hari Kamis lalu (30/1) sekira pukul 11.00 WIT saat siswa SMAN 1 Okbibab sedang melaksanakan pelajaran, tiba-tiba datang kurang lebih 50 orang pemuda Abmisibil ke sekolah SMAN 1 Okbibab melakukan perusakan sekolah dengan melempari sekolah dengan batu, sehingga saat itu juga dengan seketika siswa-siswi lari meninggalkan sekolah untuk menyelamatkan diri.

Mendapat perlakuan pengerusakan tersebut Pihak Sekolah SMAN 1 Okbibab tidak terima dan kemudian melapor kepada Personel Pos Okbibab untuk meminta bantuan penyelesaian permasalahan tersebut.

Menanggapi kejadian tersebut, Danpos Okbibab Letda Inf Wisnu Adityara melakukan koordinasi dengan Koramil setempat, yang mana berita tentang kejadian tersebut dengan cepat menyebar. Sehingga Kepala distrik beserta Ketua Komisi C DPRD pegunungan bintang mendatangi sekolah dan meminta agar masalah tersebut diselesaikan keesokan harinya dengan mendatangkan para tokoh masyarakat beserta Muspika setempat.

Baca Juga:  Pelayanan Tes Malaria Kepada Putri Dan Putri Penerus Bangsa Di Papua

Keesokan harinya, dilaksanakan pertemuan dalam rangka penyelesaian masalah tersebut dilapangan sekolah SMA negeri 1 Okbibab yang dihadiri oleh Ketua komisi C DPRD Pegunungan Bintang utusan Okbibab, Kepala Distrik Okbibab, Danramil Okbibab, Ketua KNPI, Tokoh agama, Ketua DAS dan Tokoh adat setempat

Pada saat mediasi Danpos Okbibab Letda Inf Wisnu Adityara dengan sigap membantu memediasi kedua belah pihak. Wisnu berusaha memberikan pengertian dan pemahaman agar dalam menyikapi setiap permasalahan tidak menggunakan kekerasan dan harus saling pengertian dan saling membatu.

“Setelah kami tanyakan kepada kedua belah pihak bagaimana penyelesaian permasalahan tersebut, kedua belah pihak sepakat menyatakan berdamai dan ingin diselesaikan secara kekeluargaan”, terang Danpos.

Baca Juga:  Tiba di Pulau Sapudi, Korban Gempa Langsung Ditangani Tim Kesehatan TNI

“Kami mengambil langkah pertama memberikan pengertian kepada kedua belah pihak kemudian berkoordinasi dengan pihak yang hadir untuk membantu penyelesaian masalah tersebut, kemudian pihak yang melakukan pengrusakan meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi”, kata Wisnu.

“Para pelaku pengerusakkan dalam kondisi tidak sadar (mabuk) jadi mereka bertindak secara spontan merusak sarana pendidikan yang ada di Okbibab”, imbuhnya.

Facebook Comments

Berita Terkait:

error: Content is protected !!