loading...

Freeport Terbitkan Buku Saku Pencegahan Covid-19

Freeport Indonesia sebagai salah satu perusahaan pertambangan mineral tembaga, perak dan emas terbesar di dunia  yang pada 5 April 1967 dilakukan penadatangan Kontrak Karya pertama untuk jangka waktu 30 tahun eroperasi di Tanah Papua  telah menerbitkan “Buku Saku Cegah Covid-19”  sebagai pegangan atau tuntunan   praktis bagi semua karyawan  dan keluarga besar PTFI  dalam mencegah   pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah operasi pertambangan, perkantoran,  barak-barak, rumah tinggal dan lingkungan sekitar  dimanapun mereka berada.

Buku Saku  yang terdiri dari  25 halaman tersebut didahului oleh amanat  Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dan  Direktur- EVP, Chief Operating Officer,  Mark Johnson.

Mengawali pesannya itu, Tony Wenas menyapa semua karyawan dan keluarga besar PTFI  dengan sapaan “Saudara-saudari yang saya kasihi!” – sebuah kalimat sapaan yang sejuk dan menyentuh perasaan  paling dalam dari setiap karyawan perusahaan tambang mineral ini  – yang setiap hari  tak kenal lelah  berkarya di bawah perut bumi  demi kesejahteraan Tanah Papua dan Indonesia secara menyeluruh.

Presdir PTFI  mengatakan, krisis kesehatan yang terjadi saat ini akibat pandemi Covid-19, telah berdampak luas pada kehidupan kita sehari-hari. PTFI juga telah menyediakan sistem dan peralatan medis yang baik untuk mendeteksi dini penularan virus ini dan juga telah mengarahkan semua kita untuk mengikuti protokol-protokol kesehatan yang ada.

Walaupun saat ini, lanjut Tony Wenas,  belum ditemukan vaksin antivirusnya, kita sebagai satu perusahaan akan dapat memutuskan  mata rantai penyebaran virus dengan secara disiplin mengikuti protokol-protokol kesehatan yang ada, termasuk menjaga jarak sosial, menggunakan masker, membasuh tangan sesering mungkin, menjaga kesehatan dan lain sebagainya.

Buku saku ini, merupakan suatu informasi bimbingan praktis untuk setiap kita agar lebih mengerti dan memahami dalam bertindak sehingga kita dapat terhindar dari penularan Covid-19 di area kerja kita.

“Saya bangga akan ketangguhan dan kegigihan seluruh  karyawan dalam menghadapi pandemi ini meskipun banyak keterbatasan bagi kita dalam  melakukan pekerjaan dan kegiatan kita sehari-hari. Saya yakin, kita bersama-sama sebagai keluarga besar PTFI  dengan penuh semangat dan ketekunan, akan   dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di area kerja kita dan dapat melewati masa-masa sulit ini  dengan  selamat dan tetap sehat,”   kata Tony Wenas.

Baca Juga:  Keluarga Dokter

Mengakhiri Pesannya itu, Tony Wenas  sangat menyadari bahwa tanpa campur tangan Tuhan Yang Maha Kuasa, maka sia-sialah semua usaha dan karya manusia – umat ciptaanNya. Karena itu, tidak lupa  Presdir PTFI ini  dengan khusuk memanjatkan Doa   kepada Tuhan Yang Maha Esa, kiranya terus memberkati semua karyawan dan keluarga besar PTFI.

Sementara itu, Direktur-EVP, Chief Operating Officer PTFI, Mark Johnson  dalam pesan singkatnya  terus memberikan semangat dan optimisme kepada semua karyawan dan keluarga besar PTFI  justru di dalam situasi yang amat sulit  ini  dimana bencana  non-alam Covid-19 ini  tidak hanya melanda areal operasi PTFI  saja  tetapi melanda umat masnusia di muka bumi ini .

“Perusahaan ini dan para pekerjanya kuat, berkomitmen dan mampu. Keluarga Besar PTFI telah menunjukkan ketahanan luar biasa yang mampu menopang dalam mengatasi kesulitan dan ketidakpastian pandemi ini,” kata Mark Johnson mengawali pesan singkatnya dengan nada yang menguatkan  setiap karyawan PTFI.

Dia menegaskan  bahwa masalah pandemi Covid-19  ini sangatlah  serius dan karena itulah   kita semua harus menanganinya dengan serius pula.  Dengan mengerti dan mengambil langkah-langkah nyata  seperti yang termaktub di dalam buku kecil ini sehingga  semua karyawan  dapat melindungi dirinya sendiri, keluarganya, teman sekerja, dan perusahaan.

Mengakhiri pesan singkatnya ini, Mark Johnson tidak  lupa menghaturkan  banyak terimakasih  atas usaha dan dukungan semua karyawan dan keluarga  besar PTFI sambil tetap berharap semuanya  menjaga kesehatan dan keselamatan.

Adapun tema-tema pembahasan dalam Buku Saku ini antara lain pengertian tentang  Covid-19; cara penularan; tanda dan gejala Covid-19; pencegahan Covid-19;  tindakan apa saja yang harus   dilakukan jika mengalami gejala Covid-19;  karantina mandiri dan isolasi diri, jaga jarak fisik, menggunakan masker, cuci tangan yang benar, memakai masker yang  benar dan berbagai  petunjuk praktis lainnya.

Menanggapi telah terbitnya Buku Saku – petunjuk praktis mencegah pandemi Covid-19 yang diterbitkan PTFI, tokoh pemuda  dan intelektual muda Orang Asli Papua, Habelino Sawaki mengatakan, langkah nyata yang dilakukan PTFI dengan menerbitkan Buku Saku mencegah Covid-19  merupakan wujud nyata komitmen perusahaan tambang mineral itu pada keselamatan hidup banyak orang, pertama-tama keselamatan nyawa  karyawannya, keluarga serta semua orang yang bertemu dan  berpapasan dengan keluarga besar PTFI.

Baca Juga:  Setan Sembunyi

“Covid-19 adalah penyakit menular yang begitu cepatnya menelan nyawa  manusia,  sehingga apabila Freeport terus menerus berupaya  menyelamatkan karyawannya dan keluarga besarnya dari pandemi ini  berarti Freeport telah ikut memberikan sumbangsih paling mulia dalam menyelamatkan nyawa umat manusia di muka bumi ini,  khususnya di Tanah Papua yang merupakan daerah operasi perusahaan tambang  mineral ini,” kata Habelino – alumni Universitas Pertahanan (Unhas)  itu.

Salah seorang pendiri Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (Gemapi) ini berpendapat, apabila PTFI adalah  perusahaan pertama di Indonesia atau paling kurang di Tanah Papua   yang berhasil menerbitkan Buku Saku – pegangan praktis dalam mencegah pandemi Covid-19 untuk diberikan kepada semua  karyawan dan keluarga karyawannya,  berarti perusahaan-perusahaan lainnya pun harus mencontohi perbuatan baik yang dilakukan Freeport bagi keselamatan nyawa manusia.

PTFI, lanjut Habelino,  bukanlah sebuah perusahaan tambang mineral yang baru berdiri kemarin petang di Tanah Papua dan Indonesia,  tetapi telah  beroperasi sejak tahun 1967  sehingga  sudah sangat kenyang makan “asam-garam”  dalam menghadapi berbagai bencana alam dan kali ini bencana  non-alam,  sehingga sangat cepat pula  mengambil langkah-langkah praktis dan jitu untuk menyelamatkan pertama-tama nyawa karyawan dan keluarga karyawan dan menyusul nyawa  semua orang di sekitarnya.

“Di dalam situasi sangat sulit ini, Freeport terlihat sangat tangguh dan selalu optimis serta tampil bersahabat  menghadapi berbagai terpaan badai bencana alam, non alam dan tsunami  politik yang ingin menghancurkannya. Karena itu, kiranya Freeport terus memegang prinsip kerjanya yaitu apabila anda yakin bahwa apa yang dikerjakan itu adalah  Baik untuk banyak orang, maka lakukanlah itu demi Keabikan. Dan apabila anda yakin seyakin-yakinnya  bahwa apa yang dilakukan ini adalah Benar dan bermanfaat bagi banyak orang, maka lakukanlah itu demi Kebenaran dan Kemaslahatan banyak orang. Pantang  mundur sebelum bertarung!” tegas Habelino. ***

 

 

 

 

 

Facebook Comments

Berita Terkait:

error: Content is protected !!